Padukan Praktik dan Sport Science, UNESA Sukses Gelar Pelatihan Pelatih Renang Lisensi D

Reporter: ceko Editor: ceko Foto: Usc Media

Dipublikasikan pada 09 February 2026

Gambar untuk Padukan Praktik dan Sport Science, UNESA Sukses Gelar Pelatihan Pelatih Renang Lisensi D

SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali mengukuhkan posisinya sebagai barometer olahraga nasional. Kampus "Rumah Para Juara" ini sukses menyelenggarakan Pelatihan Pelatih Renang Lisensi D yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (6/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026).

Berbeda dengan pelatihan dasar pada umumnya, agenda kali ini memberikan porsi besar pada penerapan Sport Science terkini. Kegiatan ini dipusatkan di dua fasilitas unggulan UNESA, yakni Gedung Sport Science and Fitness Center (SSFC) untuk pendalaman teori berbasis sains, dan Kolam Renang Internasional UNESA Kampus Lidah Wetan untuk implementasi praktik.

Dalam pelatihan yang diikuti oleh puluhan calon pelatih dari berbagai daerah ini, materi tidak hanya terpaku pada cara berenang. Para pemateri, yang terdiri dari akademisi dan praktisi olahraga UNESA, membedah teknik renang menggunakan pendekatan biomekanika dan fisiologi modern.

Di Gedung SSFC, peserta diperkenalkan pada prinsip-prinsip hidrodinamika—bagaimana tubuh bergerak efisien di dalam air dengan hambatan seminimal mungkin.

"Di era modern, melatih renang tidak bisa lagi hanya mengandalkan intuisi atau kebiasaan lama. Kami memasukkan materi sport science terkini agar para pelatih Lisensi D ini paham fondasi ilmiahnya. Misalnya, bagaimana struktur anatomi anak usia dini mempengaruhi teknik dayungan mereka, serta pencegahan cedera sejak dini," ungkap salah satu instruktur senior dalam sesi materi, Sabtu (7/2).

Selain aspek fisik, pelatihan ini juga menyentuh aspek psikologi olahraga dan gizi dasar bagi atlet pemula. Peserta diajarkan metode Talent Identification (identifikasi bakat) yang ilmiah untuk melihat potensi anak didik bukan hanya dari postur, tetapi juga dari data motorik mereka.

Sesi praktik di Kolam Renang UNESA menjadi ajang pembuktian teori tersebut. Peserta diminta mengaplikasikan koreksi gaya renang berdasarkan analisis gerak yang telah dipelajari di kelas SSFC. Hal ini bertujuan agar pelatih mampu memberikan instruksi yang presisi dan terukur.

Pelatihan ditutup pada Minggu (8/2) dengan rangkaian ujian kompetensi. Diharapkan, lulusan dari pelatihan Lisensi D di UNESA tahun 2026 ini tidak hanya sekadar memiliki sertifikat, tetapi juga membawa pola pikir baru yang berbasis data dan sains (science-based coaching).

Langkah UNESA mengintegrasikan sport science ke dalam kurikulum pelatihan lisensi dasar ini dinilai sebagai terobosan penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan renang di Indonesia dari level akar rumput.

Bagikan Artikel Ini