Perkuat Riset Kesehatan Global, UNESA Hadirkan Pakar Wageningen University Bahas Isu Sarcopenia
Dipublikasikan pada 03 February 2026
SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus memperkuat posisinya di kancah internasional melalui langkah strategis dalam bidang riset dan akademik. Sebagai bagian dari Program Equity The Impact Ranking, UNESA menyelenggarakan kegiatan Visiting Laboratory dengan menghadirkan pakar nutrisi dan kesehatan terkemuka dari Wageningen University and Research, Belanda, Dr. Marco Mensink.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026, ini dipusatkan di Gedung Laboratorium Anti-Doping UNESA. Kehadiran Dr. Mensink menjadi momentum krusial bagi civitas akademika UNESA untuk mendalami isu kesehatan yang semakin mendesak di tengah populasi global yang menua, yaitu sarcopenia.
Dalam sesi kunjungan dan diskusinya, Dr. Marco Mensink menyoroti sarcopenia—sebuah kondisi progresif di mana terjadi penurunan massa, kekuatan, dan fungsi otot rangka seiring bertambahnya usia.
"Pemahaman mendalam mengenai sarcopenia sangat vital. Ini bukan sekadar masalah penuaan biasa, melainkan tantangan kesehatan serius yang mempengaruhi kualitas hidup lansia. Intervensi melalui nutrisi dan aktivitas fisik yang tepat, didukung oleh data laboratorium yang akurat, adalah kunci pencegahannya," ujar Dr. Mensink di sela-sela peninjauan fasilitas.
Program Visiting Top Professor ini merupakan implementasi nyata dari komitmen UNESA untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian menuju World Class University. Kolaborasi dengan Wageningen University—yang dikenal sebagai salah satu universitas terbaik dunia di bidang ilmu hayati (life sciences)—diharapkan dapat:
-
Transfer Pengetahuan: Membuka wawasan baru bagi dosen dan mahasiswa terkait metodologi riset kesehatan terkini.
-
Peningkatan Publikasi: Mendorong lahirnya riset-riset kolaboratif berkualitas tinggi yang berdampak pada The Impact Ranking UNESA.
-
Pemanfaatan Fasilitas: Mengoptimalkan penggunaan Laboratorium Anti-Doping UNESA untuk riset-riset biomedis dan performa fisik bertaraf internasional.
Pemilihan Laboratorium Anti-Doping UNESA sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Fasilitas ini diperkenalkan kepada Dr. Mensink sebagai bukti kesiapan infrastruktur UNESA dalam mendukung riset-riset tingkat lanjut yang membutuhkan presisi tinggi, seperti pengukuran biomarker otot dan metabolisme tubuh.
Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi interaktif antara Dr. Mensink dengan para peneliti UNESA, membahas potensi riset gabungan di masa depan untuk memitigasi dampak sarcopenia pada masyarakat Indonesia.