Surabaya, 21 Juni 2026 – Kegiatan Yoga Internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Lapangan Rektorat UNESA memberikan dampak positif bagi para peserta, baik dari kalangan masyarakat umum, mahasiswa, maupun klien Unit Layanan Anak Berkebutuhan Khusus (ULABK). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental melalui rangkaian gerakan yang menekankan keseimbangan tubuh, pengaturan pernapasan, konsentrasi, serta relaksasi.
Partisipasi klien ULABK dalam kegiatan tersebut menunjukkan antusiasme tinggi. Selama pelaksanaan yoga, para klien mampu mengikuti instruksi dengan baik sesuai kemampuan masing-masing. Tidak hanya sebagai aktivitas olahraga, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran yang menyenangkan dalam melatih koordinasi gerak, keseimbangan, serta kemampuan mengikuti instruksi secara bertahap.
Dampak positif kegiatan tersebut bahkan terlihat pada hari berikutnya. Salah satu klien ULABK bernama Bram, siswa SDN Babatan V Surabaya, secara spontan melakukan gerakan yoga sebelum sesi terapi dimulai. Ia mampu mengingat dan menirukan beberapa posisi dengan percaya diri tanpa arahan dari terapis. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman yang diperoleh selama kegiatan yoga masih melekat dan menumbuhkan ketertarikan untuk mengulang kembali gerakan yang telah dipelajari.
Dalam percakapan singkat bersama terapis, Bram mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut dan datang bersama kedua orang tuanya. Ia juga menyebut gerakan “namaste” sebagai gerakan favoritnya. Antusiasme Bram terlihat ketika ia menyatakan keinginannya untuk kembali mengikuti kegiatan serupa apabila diadakan kembali.
Direktur UNESA Science Center menyampaikan bahwa kegiatan Yoga Internasional ini merupakan bagian dari komitmen UNESA dalam menghadirkan program kesehatan yang inklusif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga membangun kesejahteraan mental serta memperkuat interaksi sosial di lingkungan kampus.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi wadah penting untuk membangun budaya hidup sehat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan inklusivitas. UNESA berharap kegiatan yoga dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas, termasuk kelompok berkebutuhan khusus.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Disability Innovation Center (DIC) menjelaskan bahwa keterlibatan klien ULABK dalam kegiatan yoga memberikan pengalaman belajar yang bermakna serta mendukung proses perkembangan mereka. Respons positif yang ditunjukkan oleh Bram dan klien lainnya menjadi bukti bahwa aktivitas fisik yang dirancang secara inklusif mampu memberikan dampak pada peningkatan kemampuan motorik, konsentrasi, dan kepercayaan diri.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru yang menyenangkan, tetapi juga menjadi bentuk stimulasi yang mendukung perkembangan fisik, sosial, dan emosional klien. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan bagi klien ULABK.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan Yoga Internasional di Lapangan Rektorat UNESA memberikan manfaat yang berkelanjutan, tidak hanya saat kegiatan berlangsung tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari dan sesi terapi klien. Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap peningkatan kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, serta pengembangan kemampuan motorik dan konsentrasi, sekaligus memperkuat interaksi inklusif antara masyarakat, mahasiswa, dan klien ULABK.
Kehidupan Sehat dan Sejahtera